Friday, November 30, 2012

Ini Juga Yang Ingin Ku Katakan Pada Diri


Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Sungguh semua itu telah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa, masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majlis-majlis dzikir yang akan mengantarkan pada ketenteraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara. Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mahu bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.

Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.

Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu rizki, jabatan atau kedudukan, pasti akan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki. Meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.." (al-Hadiid: 22-23)

Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita, bukannya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: "Pokoknya harus dia Ya Allah! Harus dia, karena aku sangat mencintainya. " Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalau pun Allah memberikannya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkannya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkannya dengan marah karena niat kita yang terkotori.

Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah:

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kamu. Dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kamu. Allah Maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui." (al-Baqarah: 216)

Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu di dunia ini harus benar-benar perlu, bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang Mu'min tidak hidup untuk dunia, tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak.

Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!

Walhamdulillahi robbil a'lamin...

Nota kaki :-
Ini juga yang ingin ku katakan pada diri. Agar aku tidak pernah berhenti bermujahadah.

Thursday, November 29, 2012

Jika Engkau Tidak Temui Hikmahnya

Ya.

Akhirnya saya membuat kesimpulan bahawa bukan semua perkara yang terjadi dalam hidup ini boleh kita temui hikmah-hikmahnya. Walaupun kita cuba mencari-carinya dengan akal yang sedangkal ini.  

Tersurat atau tersirat.

Begitulah yang telah dan sedang terjadi diseputar hidup kita. Masuk akal atau tidak masuk akal, waras atau tidak, logik atau tidak, tetapi itulah yang banyak terjadi.

Dan adakalanya kita hanya perlu menerima semua takdir yang telah dan sedang kita alami dengan redha, ikhlas, sabar dan tenang. Memohon pada Allah SWT agar dikurniakan ketabahan yang paling tinggi dalam segenap lapang hidup. Berdoa dan berusaha agar semuanya baik-baik belaka walaupun zahirnya semacam nasib buruk yang telah terjadi.

Semua orang hakikatnya bernasib baik mengikut cara masing-masing. Nasib baik yang berbeza antara seseorang dengan seseorang yang lain. Nasib baik acuan Allah yang kadang kala sukar untuk kita memahaminya jika pandangnya hanya dari sudut akal semata.

Barangkali inilah antara yang paling payah kita lakukannya. Memakan limau yang masam tanpa kerut pada wajah.  
 
Dan selalu juga orang berpesan, masam memang masam, tapi berusahalah untuk menjadikan buah limau itu minuman yang manis.

Dan semuanya itu tidak mudah.

Antara redha dan syukur.

Dengan baki hidup yang entah bila noktahnya.

Bukan semata kudrat kita walaupun hanya sekelip mata lamanya.

Serahkan semua pada Allah.

Ya Allah, 'peluklah' kami, 'peluklah' kami dengan segala rahmatMu.

Monday, November 19, 2012

Di Sebalik Derita Yang Menimpa Jiwa

"Tidak seorang muslim pun yang ditimpa keletihan, penyakit, susah hati, sedih, disakiti orang, derita, sehingga jika sebatang duri menikamnya, kecuali Allah memadamkan dengan itu semua dosa."-Riwayat al Bukhari

Dalam riwayat lain ditambah :

"...kecuali ALLAH angkat dengan sebab itu darjat dan padamkan dosa."-Riwayat Muslim

Allah, Tuhanku, Tuhan kita.

Friday, November 16, 2012

Gurindam Jiwa

Telah terang lagi bersuluh.
Menahan lukah di hujung kampung.
Sudah ku cuba lagi bersungguh.
Hanya padaMu tempat ku berlindung.

Mengayam palas sarung ketupat.
Ayam sos tiram campur halia.
Biarlah tidak ramai punyai sahabat.
Biarlah sedikit membawa bahagia.

Letihnya Untuk Tersenyum

Wednesday, November 14, 2012

Tidak Pernah Diantara Anda Dengan Mereka

Manusia sering tidak munasabah, tidak logik, dan berpusatkan diri sendiri; maafkanlah mereka.

Sekiranya anda baik hati, orang mungkin menuduh anda tamak, mempunyai niat tidak baik; jadilah baik hati.

Sekiranya anda berjaya, anda mungkin mendapat seorang sahabat palsu dan sahabat sejati; jadilah seorang yang berjaya.

Sekiranya anda jujur dan berterus terang, orang mungkin menipu anda; jadilah seorang yang jujur dan berterus terang.

Apa yang mengambil masa bertahun-tahun untuk anda bina, mungkin dihancurkan oleh orang lain dalam sekelip mata ; binalah.

Segala kebaikan yang anda lakukan hari ini, orang akan lupakannya esok hari ; lakukan kebaikan.

Berikanlah kepada dunia ini yang terbaik yang anda ada.

Dalam analisa terakhirnya, ia adalah diantara anda dengan Tuhan ; ianya tidak pernah diantara anda dengan mereka. 

MOTHER TERESA

Thursday, August 16, 2012

AWAS tiga perkara di hari raya ni Ajak !

Email yang saya terima dari seseorang yang 'tidak dikenali.' 

Assalamualaikum Ajak

Sempena Syawal yang bakal tiba suka saya berkongi nasihat dan pesanan yang saya terima dari salah seorang sahabat:

TIGA perkara yang jarang dikawal oleh sebahagian besar daripada kita iaitu :

1. Kawal perbelanjaan - Jika gagal kawal,  lepas raya poket mesti kering..:)

2. Kawal nafsu makan - Jika gagal kawal,  lemak-lemak di perut pasti akan naik mendadak! (Makan sebelum lapar, berhenti sebelum kenyang)

3. Kawal perasaan - Jika gagal kawal,  anda pasti nak tergesa-gesa saje di jalan raya hingga boleh mengakibatkan kemalangan!

Semoga kita semua berwaspada selalu..

Wednesday, August 15, 2012

Indahnya Kasih SayangNya

Menuju detik-detik akhir Ramadan.

Hadits Qudsi yang diriwayatkan di dalam  Sahih Al Bukhari, Allah berfirman:

إِنَّ عَبْدًا أَصَابَ ذَنْبًا -وَرُبَّمَا قَالَ أَذْنَبْتُ ذَنْبًا- فَقَالَ رَبِّ أَذْنَبْتُ -وَرُبَّمَا قَالَ أَصَبْتُ- فَاغْفِرْ لِى فَقَالَ رَبُّهُ أَعَلِمَ عَبْدِى أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ غَفَرْتُ لِعَبْدِيَ. ثُمَّ مَكَثَ مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ أَصَابَ ذَنْبًا أو أَذْنَبَ ذَنْبًا، فَقَالَ رَبِّ أَذْنَبْتُ -أَوْ أَصَبْتُ- ذَنْبًا آخَرَ فَاغْفِرْ لِى. فَقَالَ أَعَلِمَ عَبْدِى أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ غَفَرْتُ لِعَبْدِيْ، ثُمَّ مَكَثَ مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ أَذْنَبَ ذَنْبًا – وَرُبَّمَا قَالَ أَصَابَ ذَنْبًا -قَالَ رَبِّ أَصَبْتُ- أَوْ أَذْنَبْتُ- ذَنْبًا آخَرَ فَاغْفِرْ لِى فَقَالَ أَعَلِمَ عَبْدِى أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ غَفَرْتُ لِعَبْدِى – ثلاثا- فَلْيَعْمَلْ مَا شَاءَ
“Sesungguhnya ada seorang hamba yang melakukan dosa, kemudian ia berkata : “Wahai Tuhanku, aku telah berdosa maka ampunilah aku”, maka Allah berfirman : “Tahukah hambaKu ini bahawa ia mempunyai Tuhan yang mengampuni dosa, maka Aku mengampuni hambaKu”. Kemudian hamba itu berhenti berbuat dosa sesuai dengan kehendak Allah, setelah itu hamba tersebut berbuat dosa kembali, kemudian ia berkata : “Wahai Tuhanku, aku telah berdosa maka ampunilah aku”, maka Allah berfirman : “Tahukah hambaKu ini bahawa ia mempunyai Tuhan yang mengampuni dosa, maka Aku mengampuni hambaKu”. Kemudian hamba itu berhenti berbuat dosa sesuai dengan kehendak Allah, setelah itu hamba tersebut berbuat dosa kembali, kemudian ia berkata : “Wahai Tuhanku, aku telah berdosa maka ampunilah aku”, maka Allah berfirman : “Tahukah hambaKu ini bahawa ia mempunyai Tuhan yang mengampuni dosa, maka Aku mengampuni hambaKu”, maka lakukanlah apa yang ia mahu”.

Ambillah kesempatan itu sementara ia masih ada.

Thursday, August 9, 2012

Peduli Apa Yang Orang Kata

Asalkan benar.
Menyumbanglah setakat yang termampu walaupun sumbangan itu tidak sesempurnanya dan mungkin juga tidak dapat memenuhi kehendak semua orang. Berikan apa yang kita mampu, kalaupun tidak dapat memberikan semua yang orang mahu.
Ketahuilah, bangunan yang tersergam indah asalnya batu bata yang terpisah. Disusun satu demi satu hingga jadi saling lengkap melengkapi
 Ingatlah bahawa tangan yang mencubit dan memukul mu, tangan itu jugalah yang mengesat hingus serta membasuh berak dan kencingmu. Tangan itulah juga yang mengusap ubun-ubunmu dikala engkau resah. Tangan itulah juga yang mendodoikanmu dikala engkau gelisah

Wednesday, August 8, 2012

Senyum Antara Dua : Mana Satu Yer?

Senyum antara dua itu.

Mana satu ye?

Gambar bukan sekadar hiasan tanpa izin..
Yang ini.

Jika anda hanya memiliki senyuman, berikanlah kepada orang yang anda cintai.

Atau.

Yang ini.

Seandainya anda hanya memiliki sebuah senyuman, berikanlah kepada orang yang belum anda cintai.

Ada orang kata, salah satu ujian yang paling sukar yang mungkin pernah kita hadapi adalah kemampuan untuk memaafkan hal-hal yang tampak tidak termaafkan.

Kata orang, kita harus membiarkan episod kehidupan kita yang paling sukar, tidak diinginkan, tidak diundang, dan bahkan paling keji, untuk berlalu di hadapan kita hingga ia jadi tidak menyakitkan dan tidak memberikan pengaruh pada emosi dan jasad.

Kata orang juga, senyum tulus adalah cara unik kita untuk membiarkan segala sesuatu berlalu, membiarkan hal-hal lain terjadi, menunjukkan kepuasan dan lebih banyak melatih otot muka.

Kata orang lagi, senyumlah walaupun hatimu sakit cukup mengurangi rasa sakit itu. Senyumlah dan dunia pun akan tersenyum bersamamu.

Dan lagi katanya, teruslah, teruslah, teruslah, senyumlah, senyumlah, senyumlah!!

Thursday, August 2, 2012

Fikir-Fikir 13 Ramadan


Orang putih kata, dengan wang:-

With money.
You can buy a house, but not a home.
You can buy a clock, but not time.
You can buy a bed, but not sleep.
You can buy a book, but not knowledge.
You can get a position, but not respect.
You can buy blood, but not life.
So find your happiness inside you.

Mungkin betul, mungkin ada silapnya.

Tapi bila Allah SWT berkata, ia pasti benar. 

“Dan(Dialah) yang menyatu-padukan di antara hati-hati mereka (yang beriman itu). Kalaulah engkau belanjakan segala (harta benda) yang ada di bumi, nescaya engkau tidak dapat juga menyatu-padukan di antara hati mereka, akan tetapi Allah telah menyatu-padukan di antara(hati) mereka. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana,” (al-Anfal, 8: 63)

Fikir-fikirkan, wahai orang-orang yang mempunyai akal fikiran.

Kedua-duanya sekali.

Saturday, July 21, 2012

Jadikan Ramadan Bulan Berjimat

Kalaulah ini suatu nasihat, paling utama, saya tujukan untuk diri saya sendiri.

Sepatutnya Ramadan memberi peluang untuk kita lebih berjimat cermat. Maksud saya, jimat dari segi perbelanjaan harian. Yalah, masa makan yang biasanya enam kali atau lebih sehari sudah bertukar menjadi hanya dua kali sehari iaitu waktu berbuka dan sahur sahaja.

Kalaulah waktu berbuka dijadikan sebagai masa untuk membalas dendam serta mengqada' makan-makan yang terpaksa ditinggalkan pada sebelah siangnya, mungkin ada sedikit kekeliruan sederhana yang berlaku di situ.

Pertamanya, pada saya, perut kecil yang sama mana mungkin dapat menampungnya sekaligus. Sarat muatan selalunya banyak membawa risiko kurang baik sama ada kepada diri sendiri dan juga 'pengguna-pengguna' lain.

Keduanya, mungkin ada hikmah-hikmah puasa yang perlu diperhalusi lagi agar ibadah puasa itu mencapai hikmah yang dikehendaki oleh PENYURUHNYA. Bukan sekadarnya sahaja. 

Namun ironinya, ia tidak begitu.

Rasa saya, semua orang ada banyak pengalaman-pengalaman sendiri pada Ramadan-Ramadan yang sebelumnya. Mungkin juga pengalaman-pengalaman orang lain yang telah dikongsikan sama ada secara langsung ataupun tidak langsung. Mungkin juga dari pemerhatian secara tidak rasmi.

Rambang mata serta rambang nafsu,  selalunya menyebabkan kita hilang perkiraan untuk membezakan antara kemahuan dan keperluan. 

Kalau ikutkan rambang mata dan rambang nafsu, semuanya kita mahu. Soalnya adakah semua yang mata dan nafsu kita mahukan itu, merupakan keperluan kita sebenarnya. 

Contoh yang sederhana, kalaulah hanya ada dua perut yang perlu diisi, adakah wajar kita menggunakan kesepuluh-puluh jari untuk membimbit plastik-plastik makanan yang dibeli di bazar-bazar Ramadan atau di mana-mana sahaja. Itu tidak termasuk yang dibimbit oleh suami atau isteri serta anak-anak. Ini antara realiti masa lalu yang sudah menjadi pengalaman kita bersama kalaupun tidak semuanya. 

Payah untuk menafikan, kalaulah sekarang ini kita berumur 40 tahun, bermakna sudah kurang lebih 25 tahun kita melepasi umur baligh dari segi matematiknya. Dan kalaulah tempoh itu diambil kira sebagai suatu perbandingan, selama itulah juga kita sudah bertukar silih sahabat-sahabat  dan betapa banyaknya pengalaman yang kita kutip bagi menjelaskan maksud di atas.

Kadangkala, kita jarang belajar dari pengalaman hari semalam, di mana sebahagian makanan yang dibeli untuk dijadikan juadah berbuka puasa, namun akhirnya bakul sampah yang juga yang kenyang.  Dan hari ini kita mengulangi lagi kesilapan semalam sehinggalah Ramadan berakhir.

Yang sudah tu, sudahlah.

Muslim yang baik, Insyaallah tidak akan disengat dua kali pada tempat yang sama.

Itu antara nasihat Rasul SAW.

Mari, kita mulakan hari ini, pada Ramadan kali ini.

Thursday, July 19, 2012

Mengcangkul Dalam Angan-Angan Tidak Meratakan Busut

Julai yang nekad.

Mungkin begitulah bahasa brutalnya. Kerana nekad itu bukan semata datang daripada manusia, tetapi dorongan itu datangnya daripada Allah SWT, lalu dengannya Allah SWT permudahkan untuk melaksanakannya dengan jaya. Semata nekad, tanpa bantuan Allah SWT, ia tetap tidak akan berlaku. Begitulah maksud saya.

Bahasa agamanya.

Julai yang sedikit sebanyak memahamkan saya ungkapan "Dan apabila kamu berazam, maka bertawakkallah kepada Allah".

Kebetulannya pula semua yang ingin saya kongsikan kali ini berlaku pada bulan Julai 2012. Ketika usia saya genap 40 tahun pada 4 Julai 2012. Dan alhamdulillah, semuanya dipermudahkan Allah untuk saya.

Kehidupan seorang lelaki 'bermula' umur 40. Begitulah bunyinya sesetengah ungkapan. Benar atau tidak ungkapan tersebut, saya sendiri pun tidak berani mengia atau menidakkannya. Tetapi yang pasti banyak 'hutang tertunggak' berjaya saya langsaikan pada Julai ini.

Nekad pertama. Pasal motor.

Bayangkan, setelah 'tertunggak' lebih 5 tahun lamanya, akhirnya motor saya berjaya mendapatkan cukai jalan pada 2 Julai 2012. Entah mengapa, tiba-tiba saya menjadi nekad untuk membawanya ke bengkel untuk dibaiki dan seterusnya dibawa ke Jabatan Pengangkutan Jalan(JPJ) untuk dibuat pemeriksaan wajib bagi mendapatkan cukai jalannya. Dipandu ke bengkel tanpa insuran dan cukai jalan bukanlah sesuatu yang mudah kepada orang yang 'penakut'(baca : patuh undang-undang) seperti saya. Alhamdulillah, semuanya dipermudahkan.

Setelah keluar dari bengkel sehari sebelumnya, keesokannya, seawal jam 7.40 pagi, sekali lagi saya nekad membawanya ke JPJ Kangar Perlis. Belum pun sampai 10 kilometer perjalanan, hujan lebat membasah kuyupkan baju dan seluar serta kasut yang dipenuhi air. Namun, alhamdulillah, berjaya juga saya sampai ke JPJ Kangar dengan selamat walaupun basah kuyup kecuali dokumen-dokumen penting yang sedia diletakkan di dalam beg galas yang kalis air.

Setelah menyelesaikan beberapa perkara perlu seperti mendapatkan insuran baru, menemui pegawai untuk mendapatkan pengesahan, pemeriksaan nombor enjin serta casis motor, dalam tempoh kurang dari dua jam, akhirnya motor saya sah dan selamat untuk dipandu di atas jalan raya.

Hanya kurang dari 5 hari saya perlukan untuk menyelesaikan 'masalah' yang telah tertunggak lebih 5 tahun itu.

Nekad kedua. Pasal LCD Projector.

Atas beberapa sebab, 'impian' untuk membeli dan memiliki sendiri LCD memang sudah lama dicita-citakan. Namun semangat tersebut kadangkala pasang, banyak pula yang surutnya. Sudahnya, tidaklah jadi membelinya juga. Namun kali ini dengan hanya sekali pelawaan seorang kawan, saya terus bersetuju untuk membelinya walaupun tanpa melihat fizikalnya terlebih dahulu. Sebuah LCD kecil jenis Acer bersaiz poket dengan harga yang berpatutan. Dengan sedikit penerangan ringkas melalui telefon, dalam tempoh kurang seminggu, LCD tersebut telah menjadi milik saya. Bertahun dalam impian, alhamdulillah, dengan nekad itu, Allah SWT permudahkan.

Nekad ketiga. Pasal printer.

Secara 'paksa rela' saya membeli printer untuk kegunaan kerja-kerja pejabat setelah hampir 3 minggu ia hanya berlegar dalam fikiran. Walaupun sebenarnya printer gunasama telah sedia ada. Namun demi keselesaan sendiri, setelah printer BJC 265 yang sudah berusia lebih 10 tahun sudah tidak boleh meneruskan khidmat,  juga untuk membuktikan bahawa 'wang tidak boleh membeli segala-galanya', saya mendapatkan printer baru dengan harga yang tidaklah terlalu mahal. Biarlah berhabis duit barang sedikit, namun saya lebih selesa begini. Untuk membuat keputusan dan membelinya, saya mengambil masa kurang dari sejam. Putuskan, pergi ke kedai komputer dan terus membelinya. Dan uruskan jualbeli hanya mengambil masa kurang dari 10 minit.  Sekali tengok berkenan, dengan sedikit penerangan, setuju dan  bayar.

Nekad keempat. Pasal gigi geraham.

Kisahnya, sudah acapkali kali juga saya bertangguh untuk mencabut gigi geraham yang bermasalah ini. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, cuma bulan sahaja yang belum berganti menjadi tahun. Dan semangatnya bersilih ganti antara tegang dan kendur. Dari sehari ke sehari ia bertangguh, namun pagi kelmarin selepas menghantar hantar ke sekolah dan nursery(kebetulan cuti rehat), saya bertekad betul-betul ingin ke klinik gigi di Kangar ketika tangan hampir-hampir menjolok kunci untuk membuka tombol pintu rumah. Sudahnya, seawal jam 8 pagi, saya telah tercegak menunggu di pintu klinik sedangkan klinik hanya akan dibuka pada jam 8.30 pagi. Dan alhamdulillah, walaupun tanpa janji temu, saya menjadi orang pertama mendaftar dan menjadi orang kedua dipanggil masuk.

Walaupun cerita-cerita di atas hanyalah kisah-kisah sederhana sahaja, namun secara peribadi setidak-tidaknya ia membawa saya kepada satu kesimpulan bahawa 'Bertahun-tahun mengcangkul dalam angan-angan tidak akan merata walaupun hanya busut yang kecil, lagikan pula gunung yang tinggi.'  

Apabila kamu berazam, maka bertawakallh kepada Allah SWT, Insyaallah dengan nekad dan kesungguhan itu, Allah akan sentiasa permudahkan jalannya. 

Tuesday, July 17, 2012

Razak Bujang Hampir Seminggu

Saya bujang hampir seminggu.

Ya, itulah hakikatnya.

Bermula hari Ahad dua hari lepas, insyaallah sampai hari Jumaat ini.

Ummi Niza atas tugas-tugas rasmi terpaksa terbang ke Sarawak walaupun agak keberatan meninggalkan anak-anak dan juga 'anak mak mertua' yang seorang ini.  

Harapnya, ianya tidaklah menjadi seminggu yang panjang. Alhamdulillah, setakat hari ini semuanya berjalan lancar. Menguruskan tiga selang bunga itu tidaklah sesusah yang dibayangkan. Sikit-sikit biasalah. Nama pun budak-budak. Harap-harap begitulah sampai akhirnya.

Makan, pakai, tidur, mandi dan sebagainya.

Dua malam berlauk sup bukanlah sesuatu yang menjemukan. Terutama Along yang boleh dikatakan sebagai hantu sup.

Malam pertama, sup perut lembu. 'Lincin' dibalunnya. Bapa borek, anak rintik. Begitulah kata perpatah. Pada usia 7 tahun, semacam tidak percaya dia boleh meminati sangat-sangat sup perut lembu. Bahkan ini bukanlah kali pertamanya dia membalun dengan seleranya sup perut lembu.

Malam tadi, sup tulang lembu bersama telur dadar. Dan seperti biasa, kalau berlaukkan sup, nasinya pasti bertambah.

"Sedapnya Abi masak, kakak suka." Itulah bahasa ambil hati yang selalu diucapkan apabila masakan tersebut kena dengan seleranya.

Dan insyaallah, malam ini jika diizinkanNya, Chef Ajak akan masak Nasi Goreng Pataya versi campak sahaja mana yang ada.

Sayang Isteri Tinggal-Tinggalkan

Begitulah antara bunyi perpatah Melayu. Sayangkan anak tangan-tangankan, sayang isteri tinggal-tinggalkan.

Tinggalkan sementara, sama ada suami meninggalkan isteri atau isteri meninggalkan suami, perpatah tersebut masih lagi releven rasanya.

Bila sesekali berjauhan begini, barulah tahu rupanya rindu itu masih membara.

Yang terpisah cuma jasad, yang menjarakkan hanyalah ruang dan masa. Namun jiwa yang disatukan atas dasar cinta, kasih dan sayang itu sentiasa saling memerlukan dan merindui.

Setidak-tidaknya, itulah salah satu ibrohnya.

Wednesday, July 4, 2012

Kembalilah Dengan Damai Wahai Danny Dan Dina

Ketika saya bersyukur dan bergembira dengan rahmat Allah SWT dengan genapnya 40 tahun umur saya pada hari ini, saya dikejutkan dengan berita sedih pemergian Danny dan Dina buat selama-lamanya. Pergi menemui penciptaNya.

Biarpun Danny dan Dina hanya dua ekor binatang, kadang-kadang belajar darinya tentang kasih sayang lebih baik daripada belajar dengan sesetengah manusia.

Dulu, Danny dan Dina tinggal bersama kami. Namun atas beberapa sebab yang tidak dapat dielakkan, kami terpaksa menghantarnya ke sekolah isteri saya sebagai salah satu aktiviti pelajar selain terapi berkebun, membuat kek dan sebagainya.

Dan pagi tadi, isteri saya menelefon dengan esak dihujung talian memberitahu bahawa Danny dan Dina telah mati. Dan saya menahan hela nafas, agar air mata tidak cepat tumpah.  Walaupun sebenarnya hati kecil saya ada tersentuh dengan berita itu.

Dan ketika air mata hampir menitis, saya katakan pada isteri, takdir Allah telah tiba untuknya. Redhalah atas apa yang telah terjadi.

Entahlah apa puncanya. Tapi caranya agak tragis kerana ada anggota-anggota badan yang terpisah dari jasadnya.

Dan alhamdulillah, Danny dan Dina telah selamat disemadikan pagi tadi.

Sesuatu yang menyedihkan kami yang pernah membela, menjaga dan membelainya agak lama juga.

Kerana itu takdirNya, kami pohon pada Allah SWT, kurniakan kami sifat redha, tenang, ikhlas dan sabar sepanjang menjalani hidup yang pelbagai kemungkinan ini.

Bersamadilah dengan aman Danny dan Dina.

Alhamdulillah, Genaplah 40 Tahun

Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah SWT dan selawat atas junjungan besar Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabat-sahabatnya.

Itulah sebaik-baik ucapan yang patut diucapkan tanda syukur yang tidak terhingga kepada Allah SWT kerana sehingga ke saat ini, saya masih dipanjangkan umur oleh Allah SWT. Dengan rahmatNya jua.

Hari ini, genaplah 40 tahun umur saya.

Syukur atas segalanya nikmatNya, sepanjang perjalanan hidup ini. Nikmat yang jika dihitung, nescaya tidak mampu untuk sesiapapun untuk menghitungnya.

Mudah-mudahan masa lalu yang telah ditinggalkan penuh dengan catatan kebaikan keranaNya, dan segala cacat celanya diampunkan oleh Allah SWT jua.

Dan masa depan, saya serahkan kepada Allah SWT menentukan apa yang baik untuk saya. Apabila kamu berazam, maka bertawakallah kepada Allah.

Ya Allah, jangan Engkau serahkan walau sesaat pun kepada diriku untuk menguruskan hidupku, kerana aku tidak mampu untuk menguruskannya. Dan janganlah engkau serahkan kepada orang lain untuk menguruskannya, nescaya mereka akan mensia-siakannya.

Biarlah masa lalu, kini dan masa depan jika ditakdirkan masih ada, dilalui dengan rahmat Allah SWT yang berkekalan. Dan umur yang diberi pinjam itu, biarlah umur yang penuh keberkatan.

Ameen.

Wednesday, June 20, 2012

Lidah Nan Sejulur Lagi

Entahlah.

Sama ada waras atau tidak, dalaman saya sering terseksa kerana lidah sendiri. Bukan kerana apa yang orang lain katakan kepada saya. Tetapi kerana apa-apa yang saya telah cakapkan.

Puncanya, selepas bercakap-cakap sama ada secara formal atau tidak formal, saya 'akan' memikirkan secara serius kembali segala kata-kata yang telah diucapkan. Sama ada ia melukakan atau tidak hati-hati orang yang mendengarnya. Walaupun sering mengelak untuk bercakap, kadang-kadang terlepas juga. Semulajadi atau dibuat-buat, tahi lalat ada dibibir bawah.

Mungkin betullah ada pesan yang mengatakan, bercakaplah ketika engkau tidak ingin bercakap dan jangan bercakap ketika engkau ingin bercakap. Mungkin, agar kita tidak berlebih-lebih dalam bercakap yang boleh menghasilkan banyak salahnya pula.  

Kadang-kadang segala kata-kata itu, terasa betul ketika ia diucapkan, namun gangguan-gangguan fikiran selepas itu acapkali  menyebabkan duduk setempat tidak melekat, tilam empuk susah juga melenakan.

Moga adalah kebaikan-kebaikan yang boleh  menghapuskan kejahatan-kejahatan yang tidak disengajakan jika ada.

Thursday, June 14, 2012

Perkenalkan, Kami ini Muslim-Buah Tangan Dari Seberang

Lama benar rasanya tidak menulis di blog ini.

Dan lama juga saya tidak melayari internet secara tekun, sekurang-kurangnya kerana dua sebab, pertama kerana kejemuan dan keduanya, semenjak 'menekuni' beberapa buah buku dalam tempoh lebih kurang tiga minggu ini. Mengembalikan nostalgia zaman-zaman gilakan novel-novel ilmiah tebal karangan penulis-penulis tersohor tanahair. Antaranya Azizi Hj Abdullah dan Pak Shahnon Ahmad.

Dan pagi tadi, selepas menghabiskan buku yang ke empat, sambil-sambil mengendurkan urat leher yang sedikit tegang, saya terjengah ke satu blog dari Indonesia . Dan kerana ada rasa ketika membaca apa yang telah dituliskan, saya memilih untuk 'menampalkannya' di blog ini. Mudah-mudahan ada kebaikannya untuk saya dan orang-orang lain yang akan membacanya selepas ini. Insyaallah.

Dengan izin, tanpa sebarang perubahan dari segi bahasa, saya kongsikan.
Assalamu’alaikum warrahmatulahi Wabarakattu.

Perkenalkan, Kami ini Muslim.

Islam adalah nama agama kami. Artinya adalah “selamat” atau “tunduk patuh.” Kami telah bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah semata. Anda tidak tahu ilah? Ilah adalah sesuatu yang diharapkan, ditakuti, dicintai, dan dipatuhi oleh manusia. Itulah pernyataan loyalitas yang kami ulang sedikitnya sembilan kali dalam sehari semalam.

Kami adalah manusia yang merdeka. Merdeka dari desakan hawa nafsu. Tidak mudah, tapi kami selalu berusaha untuk tetap loyal pada satu-satunya ilah kami. Kami bukan termasuk orang-orang yang tunduk pada keinginannya pribadi. Kami juga tidak tunduk pada godaan kesenangan badani belaka. Kami merdeka karena tunduk pada Allah semata.

Bagi kami, tidak ada yang absolut kecuali Allah. Kami tidak mengutak-atik Kitab Suci kami, bahkan tidak berani sekedar untuk menambah satu kata atau huruf baru ke dalamnya. Kami tidak berani untuk berpikir bahwa kami lebih tahu urusan kami sendiri. Ada Yang Maha Tahu yang akan menyelesaikan segala urusan kami. Kami berani di hadapan manusia dan takut di hadapan Allah, lantang di hadapan diktator dan menyerah tanpa syarat di hadapan Allah. Jangan bingung. Ini hanya masalah menempatkan diri pada kedudukannya yang benar.

Kami ini Muslim.

Anda tahu siapa kami? Kami adalah umat yang selalu menimbulkan rasa cemas kepada mereka yang diliputi dengki. Kami menyuruh putri-putri kami berhijab, dan hal itu membuat semua orang khawatir.

Padahal mereka tidak ragu melepas putri-putri mereka dengan pakaian minim hingga larut malam. Ah, mereka hanya takut, karena kaum perempuan Muslim hidupnya lebih menyenangkan. Mereka takut semua perempuan akan mengikuti jejak putri-putri kami.

Agama kami memang tidak pernah menyelisihi fitrah. Semuanya sesuai dengan karakter dasar manusia. Mereka menutup aurat bukan karena terpaksa, melainkan karena memang demikianlah yang baik bagi mereka. Tanyakanlah pada putri-putrimu, bukankah hari-hari mereka dilalui dengan penuh kekhawatiran karena mata lelaki yang selalu sigap menangkap apa-apa yang sesuai dengan syahwatnya? Tanyakanlah pada kaum perempuanmu, bukankah hidup mereka penuh dengan penyesalan karena selalu disusahkan oleh para pria hidung belang? Ah, tidak perlu dijawab. Kami sudah tahu jawaban jujurnya.

Jangan heran jika kami enggan menyentuh minuman beralkohol, karena Allah memang tidak menghendaki hamba-hamba-Nya melakukan perbuatan-perbuatan yang bodoh seperti lazimnya orang mabuk. Semua hukum yang susah payah dirumuskan oleh negara-negara Barat untuk menghindari ekses negatif dari minuman keras hanya teori usang. Cukup sebuah ayat dalam Al-Qur’an, maka kami pun menjauh darinya. Inilah bukti ketundukan kami.

Mengapa kalian bingung menyaksikan kami shalat lima waktu setiap harinya? Justru kamilah yang bingung melihat kalian begitu jarang meluangkan waktu untuk Tuhan.

Anda pikir shalat itu mempersulit hidup kami? Demi Allah, kami tidak membasuh kepala kami dengan wudhu dan tersungkur dalam sujud kecuali untuk mendapatkan manisnya iman.

Kami paham jika Anda tidak mengerti. Rasa manis hanya dipahami oleh mereka yang memiliki lidah. Iman hanya dimengerti oleh mereka yang bersedia untuk tunduk.

Kalian yang tidak memahami lezatnya iman tidak akan mengerti tujuan hidup kami. Kami hidup hanya untuk mati. Semua manusia begitu, tapi sedikit yang mau mengakuinya. Kenyataannya semua manusia akan mati. Bedanya, kami memiliki tujuan yang pasti, dan kami yakin pada petunjuk arah yang terpampang di depan mata.

Kami tidak takut mati, karena mati itu keniscayaan. Tidak ada bedanya mati sekarang atau tahun depan. Yang menjadikannya beda hanyalah caranya. Kami adalah kaum yang akan maju berdesak-desakan ketika pintu menuju syahid terbuka.

Anda tidak paham? Tentu saja, karena Anda tidak memiliki kerinduan kepada akhirat.

Siapa pun boleh menyangkal, tapi kebenaran adalah kebenaran. Kami hanya menyuarakan kebenaran, dan kebenaran itu lincah seperti air. Jika terhalang batu, ia akan mengambil jalan lain. Jika dibendung, ia akan berkumpul hingga cukup banyak dan akhirnya melimpah dari dinding yang menghadang.

Jika Anda berusaha memenjarakan kebenaran yang terus mengalir dalam suatu wadah, maka niscaya kebenaran itu akan menekan ke segala arah, dan semua dinding pun akan runtuh.

Anda bisa menghina Rasul kami dengan berbagai gambar yang tak pantas, tapi semuanya hanya akan berakhir mengenaskan bagi para penghujat. Di negeri penghujat Rasulullah saw. itu, lima ribu eksemplar Al-Qur’an telah terjual dalam lima bulan saja. Anda bisa menyebarkan kabar bohong apa pun tentang kami, namun hal itu hanya akan mendorong semua orang untuk mengenal kami lebih jauh.

Ini adalah kabar buruk bagi kalian, karena siapa pun yang mempelajari Islam dengan baik niscaya hatinya akan tersentuh. Teruskanlah makar ini, dan kami akan tetap menjadi pemenangnya!

Anda bisa mengajak semua orang untuk memerangi kami, namun kebenaran akan sampai juga pada telinga-telinga yang tetap terbuka.

Kalian bisa membumi-hanguskan negeri-negeri kami, namun Islam akan sampai juga di negeri kalian.

Cepat atau lambat, negeri kalian akan menerima Islam dengan tangan terbuka, karena kebenaran akan selalu menyentuh hati manusia yang cenderung pada kelembutan.

Kami ini Muslim. Kamilah yang akan memenangkan pertarungan, jika memang Anda bersikeras untuk bertarung.

Tapi jangan khawatir, karena kami tidak merasa perlu memaksa Anda masuk ke dalam barisan kami. Cukuplah dengan menjadi teman yang baik, dan semuanya akan baik-baik saja. Allah SWT tidak melarang kami berteman dengan siapa pun yang tidak memerangi kami.

Kepada semuanya, kami sampaikan salam hangat persahabatan: bukalah pintu hati kalian untuk kebenaran, dan ia akan datang dengan berbagai cara yang belum pernah kalian bayangkan sebelumnya.

Kami adalah tangan-tangan yang saling berpegangan dan saling menjaga satu sama lainnya. Kami adalah dahaga yang saling mendahulukan.

Kami adalah tubuh-tubuh yang saling menyelamatkan. Kami adalah lidah-lidah yang saling menghibur dan hati yang saling mencemaskan.

Suatu saat nanti, kami akan menjadi dominan di dunia dan menjaga semua makhluk Allah. Jika agama non-muslim di dunia tetap ada dan menjadi minoritas, anda tak perlu khawatir. Kami akan selalu menjaga kaum yang minoritas, karena itu adalah ajaran kami.

Walau kami selalu difitnah dan dimusuhi oleh orang-orang pengacau di dunia ini, namun sejak dulu kami selalu mencintai ketentraman dan kedamaian di dunia dan akhirat.

Kami adalah Muslim. Kami akan menang.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Wednesday, May 16, 2012

Untuk Sang Mu...Mu..Mu..Mu.







Untukmu para Mu'allim, Murabbi, Muaddib, Muthabbit.

Selamat Hari Guru 2012.

'Salin dan tampal' dari versi lama, tetapi masih dengan rasa yang sama.
Versi 2011.
Di kesempatan ini, saya ingin mengucapkan selamat hari guru tahun 2011; 

1. Kepada bekas guru-guru sekolah rendah saya di Sekolah Kebangsaan Bukit Jejulong, Marang, Terengganu.


3. Kepada bekas guru-guru saya semasa di UKM dan juga Maktab Perguruan Kuala Terengganu Batu Rakit, Terengganu.

4. Kepada semua ahli keluarga, isteri, abang serta adik beradik serta kenalan yang masih sudi menjadi guru.

Kepada semua, semoga hidup serta kerjaya yang dipilih terus dirahmati Ilahi hendaknya.

Terima kasih kepada sahabat-sahabat serta bekas-bekas pelajar atas ingatan dan ucapan selamat hari guru walaupun di mana kalian berada.

Walau bagaimana caranya jua pun ucapan tersebut disampaikan.

Terima kasih, buat semua.

Yang memberi dan menerimanya juga.


Dikesempatan ini, saya ingin mengambil peluang untuk mengucapkan Selamat Hari Guru kepada :

1. Semua guru yang pernah mengajar dan mendidik saya semasa bersekolah di Sekolah Kebangsaan Bukit Jejulong, Marang, Terengganu, juga semasa persekolahan menengah saya di SHAMS, Batu Buruk, Kuala Terengganu.

Terima kasih atas segala jasa dan pengorbanan kalian. Maaf kerana saya tidak mampu untuk menyenaraikannya seorang demi seorang walaupun sebahagian besar nama-nama guru kalian masih terpahat di hati ini.

2. Isteri saya yang penuh tabah menukar opsyen menjadi Guru Pendidikan Khas. Tiada hari tanpa cerita tentang "kemeriahan" menjadi Guru Pendidikan Khas dan juga "kemeriahan" di pendidikan khas itu sendiri. Manis, masam, kelat, pahit, tawar, maung, masam. Semuanya ada dan terangkum menjadi pelbagai cerita.

3. Abang dan adik saya yang juga merupakan seorang guru.

4. Semua kawan-kawan yang sedang menjadi guru dengan penuh kesabaran dan ketabahan. Tiada "glamour", hanya kesabaran dan ketabahan yang banyak dalam mendidik serta menghadapi pelbagai karenah pelajar-pelajar zaman moden dan penuh kecanggihan ini. Meraikan zaman mereka yang perlukan bukan sedikit kebijaksaan dan penuh hikmah.

Razak Nordin berpesan ; Untuk anda semua, terimalah ucapan :-

SELAMAT HARI GURU.

Saturday, May 5, 2012

Rasulullah : Diam, Tersenyum Dan Menangis


Ibnul Qayyim Al Jauziyah di dalam  Zaadul Ma'ad( Bekal Menuju Akhirat) telah menukilkan tentang saat diam, saat tersenyum dan saat menangis baginda Rasulullah SAW. Pedoman dari seorang Rasul yang padanya ada uswatun dan qudwatun hasanah.

Rasulullah SAW adalah makhluk Allah yang paling fasih, paling merdu kata-katanya, paling lembut tutur katanya, sehinggakan perkataan baginda dapat mempengaruhi hati sekian banyak manusia dan menawan jiwanya. Bahkan musuh-musuh baginda juga mengakui hal ini. Jika berkata, perkataan baginda terinci dan jelas, terkadang diulang-ulang, tidak terlalu cepat dan tidak pula terlalu lambat, tidak terputus-putus atau tersela dengan diam. Terkadang baginda mengulang hingga tiga kali, agar perkataan baginda benar-benar boleh difahami.

Baginda lebih banyak diam jika memang tidak diperlukan untuk berkata-kata. Mengawali dan mengakhiri perkataan dengan hujung bibirnya, berkata-kata dengan menggunakan kata-kata yang banyak kandungan maknanya, tidak terlalu banyak, dan tidak pula terlalu sedikit, tidak membicarakan sesuatu yang tidak diperlukan, tidak berkata kecuali yang diharapkan pahalanya. Jika baginda tidak menyukai sesuatu, maka perkara itu dapat diketahui melalui raut wajah baginda. Tawa baginda berupa senyuman, bahkan semuanya berupa senyuman. Puncak senyuman baginda ialah gigi geraham baginda kelihatan. Baginda tersenyum kerana memang ada sesuatu yang membuat baginda tersenyum, iaitu perkara-perkara yang membuat baginda takjub atau perkara-perkara yang jarang terjadi atau aneh. Baginda juga tersenyum kerana gembira, kerana melihat sesuatu yang menggembirakan  atau ikut dalam kegembiraan itu.

Tapi adakalanya baginda tersenyum justeru pada saat yang seharusnya beliau marah. Baginda tersenyum kerana dapat menguasai rasa amarah. Sedangkan tangis baginda juga tidak berbeza jauh dengan senyum baginda, tidak dengan sedu sedan, ratapan dan suara, sebagaimana tawa baginda tidak disertai suara mengekek, tapi hanya berupa senyuman. Saat menangis air mata baginda mengalir hingga bercucuran dan dari dada terdengar suara menggelegak. Tangis baginda terkadang kerana gambaran kasih sayang kepada orang yang meninggal dunia, terkadang kerana rasa takut atas umatnya dan rasa sayang, terkadang kerana takut kepada Allah. Terkadang saat mendengar Al Quran, iaitu merupakan tangis cinta dan pengagungan, yang disertai rasa takut dan khuatir. Ketika putera baginda, Ibrahim meninggal dunia, maka kedua mata baginda menangis dan mencucurkan air mata, sebagai luapan rasa kasih sayang kepadanya. Baginda bersabda saat itu.

"Mata boleh berlinangan air mata, hati boleh bersedih, namun kami tidak mengatakan kecuali yang membuat Rabb kami redha. Sesungguhnya kami benar-benar bersedih atas kematian Ibrahim."(Ditakhrijka Al Bukhari dan Ahmad)

Baginda menangis ketika menyaksikan salah seorang puterinya, ketika Ibnu Mas'ud membacakan surah An Nisa' di hadapan baginda hingga ayat 41, menangis saat Usman bin Mazh'um meninggal dunia, menangis saat ada gerhana matahari, menangis ketika solat gerhana, menangis ketika solat, menangis saat duduk di dekat kuburan salah seorang puteri baginda.

Secara keseluruhannya, tangis baginda itu menggambarkan beberapa keadaan iaitu tangis kasih sayang, takut dan harap, cinta dan rindu, senang dan gembira, sedih kerana menggambarkan siksaan, kesedihan, merasa lemah dan tidak berdaya.

Rasulullah SAW datang bukan sahaja untuk menjadi contoh tetapi juga menunjuk contoh.

Friday, May 4, 2012

Apabila Kamu Merasa...

Apabila kamu merasa letih kerana berbuat kebaikan maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan yang dilakukan akan terus kekal. Dan sekiranya kamu berseronok dengan dosa maka sesungguhnya keseronokan itu akan hilang dan dosa yang dilakukan akan terus kekal-Saidina Ali bin Abi Thalib.

Wednesday, May 2, 2012

Coretan Seorang Teman

Kunukilkan coretan seorang teman...

Teman,
Apakah yang selalu difikirkan sebelum tidurmu.
Tentang rezeki, anak-anak, out station, kerja yang berlambak-lambak, perniagaan dan sebagainya. Lalu bangkitnya adalah pada jadual untuk ke tempat kerja bukannya jadual untuk solat. Solat fajar sering terabaikan sehingga terlupa pesan Rasulullah SAW ' dua rakaat di waktu fajar itu lebih baik dari dunia dan seisi-isinya". (HR Muslim)

Teman,
Masihkah kau ingat bilakah hari terakhir engkau berpuasa sunat. Ia masih segar dalam ingatan atau sudah mulai kabur kerana kelamaan masa itu. Masihkah kau ingat bilakah malam terakhir engkau pernah bertahajjud. Engkau masih ingat bahawa malam itu adalah pada suatu malam di bulan Ramadhan yang lalu.

Teman,
Masihkah kau ingat bilakah kali terakhir engkau membaca Kitab Suci itu? Kerana debu-debunya kelihatannya makin membaluti. Engkau pun masih ingat, bahawa kali terakhir itu juga pada suatu malam di bulan Ramadhan yang lalu. Dan kitab-kitab serta buku-buku yang kau susun rapi di dalam almari bagaikan sedang menangis kerana rasa disisihkan. Setelah cinta tuannya beralih arah. Dan zikirnya hanyalah pada waktu-waktu sempena tertentu sahaja.

Teman,
Berapa lamakah engkau bekerja dalam sehari? Dari pagi sampai asar? Selepas asar disambung lagi dengan tugasan-tugasan yang lain sehingga isyak atau sehingga larut malam atau sampai ke pagi. Setelah pulang ke rumah dan bermimpi di katil, engkau bangun lagi dan pergi bekerja lagi. Hari-hari seperti yang pernah diungkapkan hukama' :

"Kita menampal dunia dengan mencarikkan agama, maka agama pun hilang, yang tampal juga tidak ada"

Teman,
Imam Al Ghazali pernah berpesan : "Antara kepelikan adalah apabila kita inginkan harta di dunia, kita bertanam, berniaga, merempuh lautan, merentas padang pasir, berfikir, berjuang dan berpenat lelah demi mencari rezeki kita dan kita tidak thiqah dengan jaminan Allah kepada kita".

Apabila mata kita tamakkan milik kekal dan bermukim, kita cukup hanya mengungkapkan kepada diri kita, ya Allah ampunilah kami dan rahmatilah kami". Padahal tempat pergantungan dan sandaran kemuliaan diri kita sentiasa menyeru kita bahawa : "Tidak adalah bagi manusia itu melainkan apa yang telah diusahakannya". (An Najm : 39)

Manakala sebuah syair ada mengungkapkan : "Aku melihat ramai lelaki berpuas hati dengan secebis agama, sedangkan aku tidak melihat mereka berpuas hati dengan secebis kehidupan".

Kata Hassan : Allah merahmati seseorang yang memandang terhadap dirinya sendiri lalu menangisi dosa-dosa yang dilakukannya.

Teman,
Bukankah Abu Darda seorang sahabat Rasulullah SAW yang sempat bersama generasi tabein, ketika melihat dirinya jauh kekurangan berbanding para sahabat lalu diungkapkan satu nasihat yang dihalakan kepada dirinya sendiri.

Kata Abu Darda' : "Rasulullah SAW bersabda : Kalaulah kalian tahu apa yang aku tahu nescaya kalian akan sedikit ketawa dan akan banyak menangis, dunia adalah terlalu lekeh untuk kalian dan pasti kalian akan melebihkan akhirat".

Kemudian Abu Darda' berkata lagi bagi pihak dirinya : "Jika kalian mengetahui apa yang aku tahu nescaya kalian akan keluar ke jalanan menyesali dan menangisi diri sendiri, meninggalkan harta kalian tanpa pengawas dan tanpa kembali kepadanya kecuali apa yang dharuri, tetapi malangnya hati-hati kalian telah hilang ingatannya terhadap akhirat bahkan didominasi oleh angan-angan. Lantas dunia menguasai amal-amal kalian dan kalian menjadi seperti orang-orang yang tidak pernah mengetahui. Setengah kalian menjadi lebih teruk daripada haiwan yang tidak meninggalkan hawa nafsunya lantaran takutkan akibat perbuatannya. Kenapa kalian tidak asling berkasih sayang, tidak saling menasihati sedangkankalian adalah bersaudara di atas agama Allah. Tidak ada bezanya antara nafsu-nafsu kalian selain kejelikan kalian. Sekiranya kalian berkumpul di atas dasar kebaikan pastinya kalian akan saling berkasih sayang".

Bagaimana kalian boleh saling menasihati dalam urusan keduniaan dan tidak saling menasihati dalam urusan akhirat?

Teman,

Bukankah al Hassan al Basri juga pernah menasihati orang ramai : "Wahai hamba yang melarikan diri, kembalilah kepada Tuanmu yang siang malam menyerumu : Sesiapa yang datang kepadaku dengan berjalan nescaya aku akan datang kepadanya dengan berjalan lebih cepat. Padahal anda berpaling daripadaNya dan menerima yang lain. Sesungguhnya anda telah rugi yang paling jelik dan paling besar. Ingatlah wahai orang yang lupa!! Anda adalah hari-hari yang boleh dihitung. Apabila berlalu satu hari, maka pergilah sebahagian dari anda. Dikhuatiri apabila sebahagian yang pergi maka semuanya akan pergi sedang anda tahu. Oleh itu beramallah! kerana hari ini adalah amal tanpa hisab, sedang besok adalah hisab tanpa amal". 

Teman,
Tuhanmu juga pernah berfirman yang maksudnya : "Apakah belum tiba masanya bagi orang-orang yang beriman untuk khusyuk hatinya mengingati Allah". (Al Hadid : 16). 

Dan engkau tidak akan mampu berjalan seorang diri melainkan mereka yang dirahmati Allah. Rasulullah SAW bersabda : "Syaitan itu bersama yang keseorangan dan ia dengan yang berdua itu lebih jauh'.  

Teman-temanku yang dikasihi, marilah sama-sama kita mengeluarkan dunia dari hati-hati kita dan letakkan dunia ini hanya di tangan-tangan kita. Kita memperbaharui janji dengan Allah. Dan buat terakhirnya, ingatlah pesan dari Abu Hurairah, beliau berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda :...Ingatlah sesungguhnya barangan Allah itu mahal, ingatlah sesungguhnya barangan Allah itu Jannah".

Teman,
Maafkan jika ada kekurangan dan kekhilafan dalam coretan ringkasku ini.

Begitulah seadanya, coretan seorang teman.

Friday, April 27, 2012

40 : Antara Manusia Dan Helang


Belajar dari makhluk ciptaan Tuhan.

Mungkin begitulah antara tujuan maksud perkongsian ini. Dan kebetulan pula, dari segi matematiknya, 2012 bermakna genaplah umur saya 40 tahun.

Belajar Dari Burung Helang.

Dikisahkan, bahawa burung helang merupakan sejenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia, umurnya dikatakan dapat mencapai sehingga 70 tahun lamanya. Namun untuk mencapai umur itu seekor burung helang mesti membuat keputusan besar ketika umurnya yang ke 40 tahun.

Ketika itu, kuku-kukunya mulai menua, paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dada. Sayapnya menjadi sangat berat kerana bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga menyusahkannya ketika terbang.

Dan ketika itu, pilihannya hanya dua :

Menunggu kematian.
Atau menjalani proses transformasi yang menyakitkan selama 150 hari.

Saat melakukan transformasi itu, ia harus berusaha semaksima mungkin untuk terbang ke atas puncak gunung untuk membuat sarang di tepi jurang, berhenti dan tinggal di sana selama proses berlangsung.

Pertama, ia harus mematukkan paruhnya pada batu sehingga paruh tersebut tercerai dari mulutnya, kemudian menunggu tumbuhnya paruh baru. Dan dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu kuku-kukunya dan ketika kuku yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan.

Dalam tempoh lima bulan seterusnya, bulu-bulu yang baru telah tumbuh dengan sempurnanya. Dan ia mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan kuku baru, ia mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!

Namun realitinya, ada yang lebih payah daripada percaya dan berjaya iaitu berubah.

Dan untuk berjaya, manusia-manusia biasa tersebut perlu memiliki sifat-sifat yang luarbiasa pula. Bukan manusia luarbiasa yang mempunyai sifat yang biasa-biasa.

Meleraikan paruh.
Mencabut kuku dan mencabut bulu-bulu.

Untuk masa yang lama dan sangat menyakitkan.

Demi untuk terus terbang dan hidup penuh energi tentunya bukan usaha semata.

Thursday, April 26, 2012

Bukan Hanya Sekadar

Guru itu adalah ;

Seorang Mu'allim : Menyampaikan ilmu yang benar.

Seorang Murabbi : Mengasuh dan mendidik anak-anak dengan penuh kasih sayang.

Seorang Muaddib : Membentuk adab-adab dan akhlak anak-anak.

Seorang Muthabbit : Membina keyakinan dan kekuatan dalaman anak-anak sebagai qudwah hasanah iaitu memberikan contoh teladan yang terbaik kepada anak didik.

Thursday, April 19, 2012

Andai Aku Pernah Melukakan






Boleh dikatakan setiap kali memulakan hari-hari baru, saya memasang niat untuk tidak melukakan dan menyakitkan  sesiapa yang hidup di seputar saya. Sama ada ia berpunca dari tindakan atau kerana kata-kata saya.

Namun, dalam memasang niat itu, saya acapkali gagal menjadi pendiam. Dan kerananya, saya selalu bimbang kalau-kalau kata-kata atau kerja buat atau riak muka saya ada yang melukakan atau menyakitkan hati sesiapa sahaja.

Isteri.
Anak-anak.
Sahabat handai.
Rakan sekerja.
Rakan sepermainan.

Dan sesiapa sahaja yang pernah, sedang dan akan berhubung dengan saya atas apa-apa kondisi dan bila-bila masa sekali pun.

Sungguh.

Saya tidak pernah berniat sedemikian.

Dan seandainya ada hati-hati yang pernah dan sedang terguris, saya memohon maaf atas ketidaksengajaan itu.

Dan sebagai muslim, saya ingin menjadi lebah seperti yang pernah dimisalkan oleh Baginda Rasul.

Bandingan seorang mukmin seperti lebah, antara lain maksud sabda Rasul.

Dan lebah sekurang-kurangnya mempunyai lima kelebihan.

1. Sentiasa mencari sesuatu yang terbaik di mana pun ia berterbangan. Sama ada di taman-taman bunga atau di kawasan-kawasan pembuangan sampah. Di taman-taman bunga, yang di cari dan dihisapnya saripati bunga. Di tempat-tempat lain juga, yang dicari dan dihisapnya saripati bunga juga. Dan muslim sepatutnya begitu.

2. Lebah hanya memilih hanya yang terbaik untuk dimakan dan dihisap. Makanan yang baik-baik. Minuman juga bagus-bagus. Halalan dan toyyiban. Bukan membujur lalu, melintar langkah. Perutnya adalah perut yang memilih apa yang boleh dan tidak boleh dimasukkan ke dalamnya. Ini adalah kerana, makanan yang dimakan boleh memberi kesan kepada jasad yang memakannya. Dalam kata lain, makanan membentuk akhlak. Sama ada ia membentuk tenaga baik atau tenaga jahat. Orang mukmin, perutnya selektif, bukan asal makan dan minum. Asal dapat ditelan tekak, semuanya jalan.

3. Lebah menghasilkan sesuatu yang terbaik untuk manusia iaitu madu. Bukan racun yang boleh merosak dan membunuh manusia. Tanpa saya menghuraikannya pun, saya yakin ramai yang sudah tahu tentang pelbagai khasiatnya untuk perubatan seperti yang disebutkan di dalam Al Quran dan Hadis-Hadis NabiNya. Bermaksud manusia mukmin, kalimah-kalimah yang keluar dari lisannya adalah kalimah-kalimah yang baik. Perbuatan-perbuatannya memberikan manfaat kepada manusia. Dan kakinya pula melangkah hanya ke tempat-tempat yang berfaedah dan ada gunanya.

4. Lebah, di mana pun ia singgah, ia tidak pernah mematahkan dahan pokok tempat ia menumpang bersarang. Manusia mukmin itu. Di mana pun dia tinggal, di mana pun dia pergi, tidak akan menyusahkan orang-orang disekelilingnya. 

5. Lebah tidak mengganggu jika ia tidak diganggu. Namun jika ia diganggu, ia akan menyerangnya. Lalu, jangan cuba-cuba diusiknya. Muslim juga begitu. Musuh tidak pernah dicarinya, tetapi jika bertemu ia tidak pernah undur ke belakang. Jika diusik atas kepentingan agama, mereka mempertahankan diri. Kalau saja-saja, mereka tidak akan menyerang orang lain.   

Dan perbandingan muslim seperti yang disabdakan oleh Rasul itu, begitulah sepatutnya. Dan dalam sepatutnya itu, sifat nasiya seringkali menguasai makhluk bernama manusia.

Berbaloikah Stress?

Barangkali kita biasa mendengar ungkapan yang menyebutkan bahawa jika Tuhan memberi kamu pangkat atau kuasa, jangan kamu takbur. Takbur adalah pemusnah kasih sayang. Orang yang takbur tidak disayangi Tuhan, tidak disayangi mereka yang berada di sekelilingnya. Mereka tersenyum di hadapanmu, tetapi mengutuk di belakangmu. Perasaan hormat tidak boleh dipaksa, ia datang dari jiwa yang ikhlas, ia datang dari mata yang melihat peribadimu. Jika kamu mahu dihormati, kamu perlu menghormati anak buah kamu, sayangi mereka terlebih dahulu nescaya kamu disayangi. Hulurkan tanganmu ketika mereka memerlukan bantuan.

Nabi yang penuh kasih sayang sentiasa memalingkan wajahnya selepas solat memerhatikan siapakah sahabat yang tiada dalam jemaah. Dia akan bertanya di manakah sahabat pergi, adakah ia sakit, adakah ia ada masalah jika dilihat sahabat itu tiada. Dia tidak pernah memalingkan wajahnya ke arah lain ketika sahabatnya bercakap, sehingga semua orang merasai dirinya dihargai dan dihormati.

Dalam organisasi, yang menghidupkan dan menguatkan ialah kerjasama yang jitu antara pemimpin dan anak buah. Kasih sayang adalah ubat yang mujarab kepada apa jua masalah dan ia juga bagaikan api yang dapat menjana kekuatan. Hidupkan suasana kasih sayang dalam organisasi, jadikan pejabat bagaikan rumah yang ceria dengan suasana kekeluargaan. Sentiasa pastikan hubungan yang rapat dan menjaga perkara yang boleh membawa kemusnahan kasih sayang.

Pemimpin yang baik memastikan unsur takbur, dengki, umpat tiada dalam organisasinya. Kerana semua itu adalah pemusnah kasih sayang, ia adalah pelemah kekuatan organisasi. Didiklah anak buah kepada keimanan dan kebersihan jiwa. Jadikan mereka kumpulan yang hatinya penuh dengan kasih sayang. Walau bagaimana hebat pun seorang pemimpin, organisasi tidak akan berjaya jika tidak mendapat sokongan padu dari kumpulannya. Begitu juga betapa hebat pun kumpulan jika tidak memiliki pemimpin yang hebat dan pemikiran yang ke depan, ia tidak membawa ke mana-mana jua.

Hari ini, kebanyakan organisasi walaupun hebat dalam penyusunan dan perancangan dari sudut kebendaan tetapi mereka gagal dari sudut pengurusan kejayaan manusia. Lahirlah kepincangan, ketua tidak dihormati atau anak buah banyak memberi masalah. Hubungan pekerja dingin dan yang malangnya berlaku jatuh menjatuh sesama sendiri.

Peranan pemimpin adalah amat penting dalam apa jua keadaan. Kelemahan pemimpin akan mewujudkan suasana yang tidak harmoni. Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang boleh menguasai suasana, bukan terikut dengan suasana. Ingatlah. Jangan sesekali bersikap meninggi diri di hadapan anak buah, komunikasi perlu dijaga supaya wujudnya kasih sayang.

Pemimpin yang berjaya ialah pemimpin yang mempunyai empat ciri.

Pertama, dia bagaikan ayah yang sentiasa mengambil berat kebajikan anaknya. Sehingga jika melihat anaknya termenung, dia tahu masalah yang difikirkan si anak. Sebagaimana Nabi SAW ketika melihat seorang sahabat yang miskin termenung, baginda bertanya, adakah sahabat itu ingin berkahwin. Lalu kata sahabat tadi, "Siapakah wanita yang ingin berkahwin dengan saya?". Lalu Nabi SAW menyuruhnya meminang anak perempuan seorang hartawan atas perintah Baginda.

Kedua, dia bagaikan seorang sahabat yang boleh berbincang apa jua masalah dan menyimpan rahsia serta keaibannya.

Ketiga, dia bagaikan guru yang sentiasa memberi tunjuk ajar dengan baik jika anak buahnya melakukan kesilapan.

Keempat, dia adalah pemimpin yang boleh membuat keputusan yang tepat dan tegas tanpa dipengaruhi emosi demi kebaikan anak buah dan organisasinya.

Lontarkanlah kasih sayang nescaya kasih sayang akan melantun kembali kepada kita. Mereka adalah keluarga kita yang kita perlu jaga bukan sahaja dalam hal-hal dunia tetapi juga hal-hal berkaitan dengan keimanan. Firman Allah SWT, "Jagalah diri kamu dan ahli keluarga kamu dari api neraka."

Dan sabda Nabi SAW, "Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan ditanya tentang orang yang dipimpinnya."

Hidayat Nur Wahid mengungkapnya : "Malam yang tenang menyelimuti mereka yang sudah kembali ke peraduan. Seorang lelaki menyingkirkan selimutnya. Dia bangkit berjalan menyusuri lorong-lorongnya yang sepi. Angin berhembus dingin menusuk tulang. Lelaki itu keluar menyatu dengan malam. Dia tidak boleh tidur. Dia khuatir kalau ada musafir terlantar yang tidak menemui tempat penginapan, orang sakit yang memerlukan ubat, dan orang kelaparan yang tidak menemui sesuatu yang mengalas perutnya. Dia khuatir ada urusan rakyatnya yang dia abaikan. Bahkan dia juga merasa bertanggungjawab terhadap seekor kaldai yang tergelicir di tepi sungai Furat."

Kata-kata Umar: "Kalau rakyat mengalami kekenyangan, akulah orang yang terakhir menikmatinya, tapi jika mereka mengalami kelaparan, akulah yang pertama merasakannya."

Sebagai pekerja, hormatilah pemimpin selagi ia benar kerana ia adalah melambangkan keimanan. Di samping mendapat rezeki, kita juga perlu bersyukur. Bersyukur sebagai kakitangan ialah memberi perkhidmatan yang baik. Ingatlah rezeki yang kita perolehi adalah untuk menjadi makanan kepada diri dan keluarga. Oleh itu, jangan masukkan makan yang tidak baik ke dalam perut anak-anak dan isteri kita yang bersih. Tidak amanah dengan masa dan tidak memberi perkhidmatan yang baik akan menjadikan rezeki yang kita terima sebagai perkara syubhah.

Nabi SAW satu ketika pernah menangis sehingga ditanya oleh sahabatnya mengapa beliau berkeadaan demikian. Lalu Baginda yang amat mengasihi umatnya bersabda, "Umatku di akhir zaman ramai yang makan rezeki dari sumber yang syubhah."

Jauhkan diri kita dari umpat, dengki dan takbur kerana ia pembunuh kasih sayang. Manusia akan menjauhi kita kerana sikap kita sendiri yang menjadi penghalang dengan mereka. Bersyukurlah jika kita memiliki majikan yang baik, jagalah akhlak kita dengannya dan berilah ketaatan kepadanya kerana Allah SWT.

Organisasi yang berpecah, tiada kasih sayang dan tiada tersusun kukuh, tidak dikasihi Tuhan, tiada pertolongan Tuhan, tiada keberkatan, tiada kekuatan. Kasih sayang adalah sumber kekuatan dan penyelesaian masalah. Tanpa kasih sayang, masalah kecil menjadi besar, tetapi dengan kasih sayang masalah besar menjadi kecil. Mereka bertindak dengan hati yang padu, fikiran yang kreatif, tidak bertindak sendirian, bergerak secara kumpulan, membantu pemimpin di saat susah dan senang. Tolong menolong atas dasar takwa, tolong menolong untuk membina kejayaan, bantu membantu menuju keredhaan Allah SWT.

Ulama sufi amat menekankan empat perkara pada organisasinya.

Pertama, menjaga akhlak dengan pemimpin supaya tidak menyinggung perasaannya. Kalau melihat kelemahannya atau kesilapannya, tutuplah dan tegurlah ia dengan baik. Berilah nasihat dengan suasana hormat walau pun ia kawan kamu, walaupun ia bergaul dengan kamu bagai kawan, jagalah batas-batasnya dan janganlah kamu mengambil kesempatan ke atasnya.

Kedua, sentiasalah ringan tulang dan memberi sokongan serta membantunya untuk menjayakan segala perancangan dan kerjanya.

Ketiga, sentiasa taat kepadanya dengan tidak banyak kerenah, menunjukkan sikap yang tidak baik atau bersikap acuh tidak acuh arahan yang diberi olehnya.

Keempat, menanamkan rasa kasih sayang kepadanya selagi ia menghormati dan menjaga kebajikan pekerjanya.

Oleh itu jadikan diri kita para pekerja organisasi yang mudah berurusan dengan orang dan orang mudah berurusan dengan diri kita.

Sebuah syair mengatakan : "Aku melewati rumah si Laila, ku cium dinding rumah itu. Sebenarnya aku bukan mencintai rumahnya, tetapi mencintai penghuni rumah itu." Oleh itu, berusahalah menjaga hak dan kewajipan kasih sayang, semoga Allah mencucuri rahmat-Nya keatas kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menolong kita.

Ingatlah ,ada di antara rakan sekerja kita yang tidak memerlukan bantuan harta, kerana Allah telah melimpahkan kurnia-Nya atau telah ada orang yang memenuhi keperluannya. Akan tetapi ia sangat memerlukan lidah dan hati kita iaitu nasihat dan kebaikan kita.

Apa gunanya harta benda dan bantuan kita , jika disertai dengan kata-kata yang meyinggung perasaan. Apa gunanya erti harta dan nasihat kita jika tidak disertai kesetiaan dan kasih sayang serta keikhlasan. Oleh itu peliharalah hak-hak saudara kita atas lidah dan hati kita.

Seorang penyair pernah berkata, "Menyendiri atau bergaullah dengan temanmu, kerana kadang kala ia membuat kesalahan dan kadang-kadang menjauhinya. Jika kamu setiap saat kamu mencela saudaramu, kamu tidak akan dapat menemui orang yang tidak dapat dicela".

Penyair lain mengatakan, "Maafkan kecacatan atau keaiban saudaramu sebagai simpanan kebaikan bagimu. Hindarkan umpatan-umpatan keji sebagai kebaikan hatimu."

Penyair lain pula mengatakan, "Ambillah yang baik daripada saudaramu, tinggalkanlah yang mengandungi kerosakan kerana umur lebih pendek daripada pekerjaan mencela satu sama lain".

Allah memerintahkan agar selalu memaafkan orang lain seperti yang terdapat dalam banyak ayat didalam kitab-Nya yang mulia. Di antaranya ialah :

"Sesiapa yang memaafkan dan berbuat baik, pahalanya ditangan Allah. Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim". (Asy-Syura : 40)

Imam Al-Ghazali pernah berkata : "Kalau kita memutuskan hubungan dengan saudara kita, dari satu segi kita telah kehilangan kesempatan untuk mengembalikannya ke jalan yang baik."

Akhirnya, sebagai sebuah organisasi yang mana anggotanya saling perlu memerlukan, kita mestilah sentiasa berada dalam hubungan kasih sayang dengan majikan, rakan sekerja serta mereka yang sentiasa berada di sekililing kita. Pandanglah dengan penglihatan kasih sayang, bukan dengan pandangan dengki, benci dan marah . Kebencian dan kemarahan hanya akan merosakkan sedangkan kasih sayang yang terarah bukan sahaja boleh memberi kebaikan kepada organisasi bahkan boleh melahirkan keamanan dunia seluruhnya. Sebuah organasasi yang mantap bukan sahaja memerlukan prasana yang baik tetapi juga emosi pekerjanya yang stabil, tenang dan bahagia bagi memastikan organisasi sama-sama dipacu ke arah kecemerlangan.

ISI TEKS INI SAYA SEDIAKAN HASIL ADUNAN DARI BEBERAPA SUMBER SERTA TOKOK TAMBAH IDEA SENDIRI SEBAGAI UCAPAN TUAN PENGARAH PTSS KETIKA ITU SEMPENA PERHIMPUNAN BULANAN PTSS BAGI BULAN MEI 2008 DI BAWAH TAJUK : SIFAT RAHMAH(KASIH SAYANG) MENJANA ORGANISASI.

Tuesday, April 3, 2012

Lidah Nan Sejulur


Pada lidah nan sejulur.

Bukan sekadar untuk merasa pahit, masin, masam dan manis.

Tapi ia boleh mengubah hidup ramai manusia menjadi pahit, masin, masam, manis malah kelat serta kelam.

Oh.. lidah nan sejulur...di sebalik lentur lembutnya, ia mampu juga bertikam. Walaupun tanpa luka dan darah tetapi ia tetap 'melukakan dan mendarahkan' pada qalbu yang ditusuk.

Tidakkah engkau mahu berfikir?

Soalan yang sering ditanya Tuhan.

Monday, April 2, 2012

Ketika Allah Menarik Sedikit Nikmat Itu

Sungguh.

Ada ketikanya saya terasa lelah dan penat untuk berkata-kata. Dengan lisan ini, yang boleh membawa pemiliknya, sama ada ke syurga atau sebaliknya.

Walaupun berkata-kata itu juga adalah salah satu nikmat hidup, adakalanya nikmat juga ada pada melihat, merenung, memerhati dan membawanya masuk terus ke hati.  

Di bidang ini, terasa penat untuk berkata-kata, mungkin satu masalah juga.

Bukan hanya kepada saya, tetapi juga orang-orang yang berada di sekeliling saya.

Di rumah, kepada isteri dan anak-anak.

Di luar rumah, kepada kawan-kawan serta sahabat handai.

Di tempat kerja, kepada para pelajar.

Dan saya perasan, 'terpaksa' bercakap dengan 'lelah dan penat' yang masih melekat pada rohani dan jasmani, butir tutur katanya banyak yang hampas dari yang berisi . Kurang tersusun dan idea-ideanya acapkali berterabur.

Dan kepada Allah jualah saya bermohon, agar 'lelah dan penat' itu hanya seketika.

Semoga hutang kelas yang masih berbaki, dapat dilangsaikan dan tidak pula di bawa sebagai beban sesudah mati.

Kadangkala Allah sembunyikan matahari, Dia datangkan hujan, petir dan kilat. Kita menangis dan tertanya-tanya ke mana hilangnya sinar. Rupanya-rupanya Allah hendak hadiahkan kita PELANGI.

Harap-harap begitulah hendaknya.

Friday, March 30, 2012

Sebelum Asar Di Petang Jumaat







Tiba-tiba hati menjadi sayu. Disentuh kalimat-kalimat ini. Betapa!

Dan biarlah saya kongsikan tulisan tentang itu.

Tentang.

Perlunya Jihad Batin.

Orang-orang yang paling dekat kepada Allah ialah orang-orang mukmin dan orang-orang yang mengamalkan ajaran-ajaran al quran dan sunnah Rasulullah. Ini juga merupakan satu kepercayaan yang pasti.

Apabila seseorang itu cintakan seseorang yang lain, dia tidak akan menghiraukan segala susah jerih dan segala penat lelah. Ini juga hakikat yang sangat jelas.

Tetapi mengapa Allah menjadikan hamba-hambaNya yang mukmin itu terpaksa menghadapi berbagai-bagai cubaan dan ujian? Bukankah Allah berkuasa mengatakan, "Jadi! lantas sesuatu itu jadi?" Mengapa Allah tidak jadikan orang-orang mukmin mencapai kemenangan di sepanjang jalan tanpa terpaksa menghadapi aneka penderitaan, kekalahan dan pengorbanan? Mengapa Dia tidak jadikan orang-orang mukmin mempunyai kesihatan yang paling baik dan harta yang kaya-raya?

Inilah pertanyaan-pertanyaan yang mungkin berlegar di benak-benak setengah-setengah orang. Bukankah paling mudah bagi Allah melaksanakan hal seperti itu, tetapi mengapa hal itu tidak berlaku.

Menurut hemat kita tentulah di sana ada sebab-sebab yang lahir dan ada pula hikmat yang lain, yang tidak tercakup oleh akal kita.

Seandainya segala sesuatu itu mudah belaka, setiap musuh orang-orang mukmin dapat tumpas segera tanpa perjuangan yang gigih dan setiap sesuatu yang mendatangkan kebaikan kepada orang mukmin dapat dilaksanakan tanpa usaha yang sungguh-sungguh, maka tentulah hidup ini tidak lagi mempunyai apa-apa rasa dan nilainya. Tanpa pertentangan-pertentangan, segala sesuatu tidak akan berbeda.

Anda tidak akan mengenal datangnya hari siang melainkan sesudah anda melihat kegelitaan itu hilang dan terbitnya matahari di kaki langit.

Anda tidak akan mengenal nikmat kesihatan melainkan sesudah anda mengenal penderitaan-penderitaan akibat sakit.

Bagaimana manusia boleh membuat perhubungan satu sama lain apabila nilai-nilai yang luhur itu tidak ada lagi? Bagaimana mungkin adanya seseorang mukmin yang gigih dan seorang mukmin lagi lemah seandainya di sana tidak ada perjuangan?

Perjuangan merupakan ujian dan ujian adalah satu-satunya jalan untuk mengetahui mana pelajar yang berjaya dan mana pula yang harus memasuki ujian sekali lagi.

Jaya dan gagal ada masing-masing gunanya.

Kejayaan itu suatu kebaikan dan hasil dari sesuatu perjuangan itu merupakan satu kenikmatan yang amat citarasa. Seseorang itu tidak akan mengecapi kenikmatan melainkan dari hasil usahanya sendiri, malah selepas itu dia akan merasa begitu nikmat dengan langkah-langkah usahanya yang dilakukannya di saat-saat perjuangan.

Begitu juga kegagalan akan memberi kenikmatan kepada seseorang untuk mengulangi usahanya dan menyemak kedudukan dan langkah-langkah tadbirnya.

Seluruh jihad itu baik belaka.

Perjuangan mencari rezeki merupakan satu jihad, usaha-usaha mengatasi keinginan nafsu merupakan satu jihad yang lain, usaha berkorban untuk kepentingan umum juga jihad. Dan tiap-tiap jihad itu ada darjah-darjahnya dan kemuncak dari jihad ialah mengorbankan jiwa untuk kepentingan agama Allah.

Jiwa itu pemberian dari Allah, oleh itu ketika anda sentiasa bersedia untuk memulangkannya kepada Allah dalam satu perkhidmatan luhur, suci dan mulia, maka Allah akan membelikannya dengan darjah-darjah kenikmatan syurga yang paling tinggi.

Ia membelikan sesuatu yang dahulunya dikurniakan kepada kita, kerana kita tidak mempunyai apa-apa jasa terhadap wujudnya diri kita, kemudian kemurahanNya yang limpah telah memberikan pula kepada kita kenikmatan-kenikmatan yang kekal abadi sebagai ganti. Ia mengambil balik apa yang telah dikurniakan kepada kita.

Tiap-tiap sesuatu itu ada jalannya, syurga ada jalanya, neraka ada jalannya, dan jalan syurga ialah jihad. Firman Allah yang bermaksud, "Adakah kamu menyangka akan masuk syurga, sedangkan Allah belum lagi mengetahui siapa di antara kamu yang telah berjihad dan belum lagi mengetahui orang-orang yang sabar."

Sedutan dari buku Langkah-Langkah Menuju Allah oleh Mohd. Labib Al Buhi. Terjemahan oleh Yusoff Zaky Yacob. Halaman 89-91.
Share/Bookmark