Wednesday, June 20, 2012

Lidah Nan Sejulur Lagi

Entahlah.

Sama ada waras atau tidak, dalaman saya sering terseksa kerana lidah sendiri. Bukan kerana apa yang orang lain katakan kepada saya. Tetapi kerana apa-apa yang saya telah cakapkan.

Puncanya, selepas bercakap-cakap sama ada secara formal atau tidak formal, saya 'akan' memikirkan secara serius kembali segala kata-kata yang telah diucapkan. Sama ada ia melukakan atau tidak hati-hati orang yang mendengarnya. Walaupun sering mengelak untuk bercakap, kadang-kadang terlepas juga. Semulajadi atau dibuat-buat, tahi lalat ada dibibir bawah.

Mungkin betullah ada pesan yang mengatakan, bercakaplah ketika engkau tidak ingin bercakap dan jangan bercakap ketika engkau ingin bercakap. Mungkin, agar kita tidak berlebih-lebih dalam bercakap yang boleh menghasilkan banyak salahnya pula.  

Kadang-kadang segala kata-kata itu, terasa betul ketika ia diucapkan, namun gangguan-gangguan fikiran selepas itu acapkali  menyebabkan duduk setempat tidak melekat, tilam empuk susah juga melenakan.

Moga adalah kebaikan-kebaikan yang boleh  menghapuskan kejahatan-kejahatan yang tidak disengajakan jika ada.

Thursday, June 14, 2012

Perkenalkan, Kami ini Muslim-Buah Tangan Dari Seberang

Lama benar rasanya tidak menulis di blog ini.

Dan lama juga saya tidak melayari internet secara tekun, sekurang-kurangnya kerana dua sebab, pertama kerana kejemuan dan keduanya, semenjak 'menekuni' beberapa buah buku dalam tempoh lebih kurang tiga minggu ini. Mengembalikan nostalgia zaman-zaman gilakan novel-novel ilmiah tebal karangan penulis-penulis tersohor tanahair. Antaranya Azizi Hj Abdullah dan Pak Shahnon Ahmad.

Dan pagi tadi, selepas menghabiskan buku yang ke empat, sambil-sambil mengendurkan urat leher yang sedikit tegang, saya terjengah ke satu blog dari Indonesia . Dan kerana ada rasa ketika membaca apa yang telah dituliskan, saya memilih untuk 'menampalkannya' di blog ini. Mudah-mudahan ada kebaikannya untuk saya dan orang-orang lain yang akan membacanya selepas ini. Insyaallah.

Dengan izin, tanpa sebarang perubahan dari segi bahasa, saya kongsikan.
Assalamu’alaikum warrahmatulahi Wabarakattu.

Perkenalkan, Kami ini Muslim.

Islam adalah nama agama kami. Artinya adalah “selamat” atau “tunduk patuh.” Kami telah bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah semata. Anda tidak tahu ilah? Ilah adalah sesuatu yang diharapkan, ditakuti, dicintai, dan dipatuhi oleh manusia. Itulah pernyataan loyalitas yang kami ulang sedikitnya sembilan kali dalam sehari semalam.

Kami adalah manusia yang merdeka. Merdeka dari desakan hawa nafsu. Tidak mudah, tapi kami selalu berusaha untuk tetap loyal pada satu-satunya ilah kami. Kami bukan termasuk orang-orang yang tunduk pada keinginannya pribadi. Kami juga tidak tunduk pada godaan kesenangan badani belaka. Kami merdeka karena tunduk pada Allah semata.

Bagi kami, tidak ada yang absolut kecuali Allah. Kami tidak mengutak-atik Kitab Suci kami, bahkan tidak berani sekedar untuk menambah satu kata atau huruf baru ke dalamnya. Kami tidak berani untuk berpikir bahwa kami lebih tahu urusan kami sendiri. Ada Yang Maha Tahu yang akan menyelesaikan segala urusan kami. Kami berani di hadapan manusia dan takut di hadapan Allah, lantang di hadapan diktator dan menyerah tanpa syarat di hadapan Allah. Jangan bingung. Ini hanya masalah menempatkan diri pada kedudukannya yang benar.

Kami ini Muslim.

Anda tahu siapa kami? Kami adalah umat yang selalu menimbulkan rasa cemas kepada mereka yang diliputi dengki. Kami menyuruh putri-putri kami berhijab, dan hal itu membuat semua orang khawatir.

Padahal mereka tidak ragu melepas putri-putri mereka dengan pakaian minim hingga larut malam. Ah, mereka hanya takut, karena kaum perempuan Muslim hidupnya lebih menyenangkan. Mereka takut semua perempuan akan mengikuti jejak putri-putri kami.

Agama kami memang tidak pernah menyelisihi fitrah. Semuanya sesuai dengan karakter dasar manusia. Mereka menutup aurat bukan karena terpaksa, melainkan karena memang demikianlah yang baik bagi mereka. Tanyakanlah pada putri-putrimu, bukankah hari-hari mereka dilalui dengan penuh kekhawatiran karena mata lelaki yang selalu sigap menangkap apa-apa yang sesuai dengan syahwatnya? Tanyakanlah pada kaum perempuanmu, bukankah hidup mereka penuh dengan penyesalan karena selalu disusahkan oleh para pria hidung belang? Ah, tidak perlu dijawab. Kami sudah tahu jawaban jujurnya.

Jangan heran jika kami enggan menyentuh minuman beralkohol, karena Allah memang tidak menghendaki hamba-hamba-Nya melakukan perbuatan-perbuatan yang bodoh seperti lazimnya orang mabuk. Semua hukum yang susah payah dirumuskan oleh negara-negara Barat untuk menghindari ekses negatif dari minuman keras hanya teori usang. Cukup sebuah ayat dalam Al-Qur’an, maka kami pun menjauh darinya. Inilah bukti ketundukan kami.

Mengapa kalian bingung menyaksikan kami shalat lima waktu setiap harinya? Justru kamilah yang bingung melihat kalian begitu jarang meluangkan waktu untuk Tuhan.

Anda pikir shalat itu mempersulit hidup kami? Demi Allah, kami tidak membasuh kepala kami dengan wudhu dan tersungkur dalam sujud kecuali untuk mendapatkan manisnya iman.

Kami paham jika Anda tidak mengerti. Rasa manis hanya dipahami oleh mereka yang memiliki lidah. Iman hanya dimengerti oleh mereka yang bersedia untuk tunduk.

Kalian yang tidak memahami lezatnya iman tidak akan mengerti tujuan hidup kami. Kami hidup hanya untuk mati. Semua manusia begitu, tapi sedikit yang mau mengakuinya. Kenyataannya semua manusia akan mati. Bedanya, kami memiliki tujuan yang pasti, dan kami yakin pada petunjuk arah yang terpampang di depan mata.

Kami tidak takut mati, karena mati itu keniscayaan. Tidak ada bedanya mati sekarang atau tahun depan. Yang menjadikannya beda hanyalah caranya. Kami adalah kaum yang akan maju berdesak-desakan ketika pintu menuju syahid terbuka.

Anda tidak paham? Tentu saja, karena Anda tidak memiliki kerinduan kepada akhirat.

Siapa pun boleh menyangkal, tapi kebenaran adalah kebenaran. Kami hanya menyuarakan kebenaran, dan kebenaran itu lincah seperti air. Jika terhalang batu, ia akan mengambil jalan lain. Jika dibendung, ia akan berkumpul hingga cukup banyak dan akhirnya melimpah dari dinding yang menghadang.

Jika Anda berusaha memenjarakan kebenaran yang terus mengalir dalam suatu wadah, maka niscaya kebenaran itu akan menekan ke segala arah, dan semua dinding pun akan runtuh.

Anda bisa menghina Rasul kami dengan berbagai gambar yang tak pantas, tapi semuanya hanya akan berakhir mengenaskan bagi para penghujat. Di negeri penghujat Rasulullah saw. itu, lima ribu eksemplar Al-Qur’an telah terjual dalam lima bulan saja. Anda bisa menyebarkan kabar bohong apa pun tentang kami, namun hal itu hanya akan mendorong semua orang untuk mengenal kami lebih jauh.

Ini adalah kabar buruk bagi kalian, karena siapa pun yang mempelajari Islam dengan baik niscaya hatinya akan tersentuh. Teruskanlah makar ini, dan kami akan tetap menjadi pemenangnya!

Anda bisa mengajak semua orang untuk memerangi kami, namun kebenaran akan sampai juga pada telinga-telinga yang tetap terbuka.

Kalian bisa membumi-hanguskan negeri-negeri kami, namun Islam akan sampai juga di negeri kalian.

Cepat atau lambat, negeri kalian akan menerima Islam dengan tangan terbuka, karena kebenaran akan selalu menyentuh hati manusia yang cenderung pada kelembutan.

Kami ini Muslim. Kamilah yang akan memenangkan pertarungan, jika memang Anda bersikeras untuk bertarung.

Tapi jangan khawatir, karena kami tidak merasa perlu memaksa Anda masuk ke dalam barisan kami. Cukuplah dengan menjadi teman yang baik, dan semuanya akan baik-baik saja. Allah SWT tidak melarang kami berteman dengan siapa pun yang tidak memerangi kami.

Kepada semuanya, kami sampaikan salam hangat persahabatan: bukalah pintu hati kalian untuk kebenaran, dan ia akan datang dengan berbagai cara yang belum pernah kalian bayangkan sebelumnya.

Kami adalah tangan-tangan yang saling berpegangan dan saling menjaga satu sama lainnya. Kami adalah dahaga yang saling mendahulukan.

Kami adalah tubuh-tubuh yang saling menyelamatkan. Kami adalah lidah-lidah yang saling menghibur dan hati yang saling mencemaskan.

Suatu saat nanti, kami akan menjadi dominan di dunia dan menjaga semua makhluk Allah. Jika agama non-muslim di dunia tetap ada dan menjadi minoritas, anda tak perlu khawatir. Kami akan selalu menjaga kaum yang minoritas, karena itu adalah ajaran kami.

Walau kami selalu difitnah dan dimusuhi oleh orang-orang pengacau di dunia ini, namun sejak dulu kami selalu mencintai ketentraman dan kedamaian di dunia dan akhirat.

Kami adalah Muslim. Kami akan menang.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Share/Bookmark